Oleh : Wahyuningsih

question-mark-2123969_960_720

Ganja, kata tersebut sudah tidak asing lagi bukan?

Berdasarkan Undang-Undang  Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja termasuk kedalam Narkotika golongan I (satu). Narkotika golongan satu hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Tanaman berdaun menjari ini selalu berkaitan dengan pro kontra mengenai bahaya dan manfaatnya, hal tersebut tidak terlepas dari latar belakang keberadaanya. Pada tahu 1800-an, ganja sempat dimanfaatkan sebagai obat. Namun, tahun 1962 setelah ditemukannya kandungan zat psikotropika yakni THC (tetrahydrocannabinol) pada ganja, tanaman ini kemudian dilarang untuk digunakan di beberapa negara.

Ganja yang merupakan narkotika berjenis tumbuhan. Dari berbagai jenis tanaman ganja jika dilihat secara visual memang sekilas tampak sama, berwarna hijau dan berdaun menjari. Akan tetapi pada setiap jenisnya terdapat perbedaan pada kandungannya. Berikut perbedannya dalam tabel.

Hasil gambar untuk sativa indica ruderalis

Hasil gambar untuk sativa indica ruderalis
Keluarga Cannabis: Sativa, Indica & Ruderalis  

Perbedaan Jenis Ganja :

Pembeda Cannabis Sativa Cannabis Indica Cannabis Ruderalis
Ciri Fisik ·         Tinggi pohon 240-360 cm

·         Lebih jarang-jarang

·         Berdaun ramping, tipis, dan panjang

·         Tinggi pohon

90-180 cm

·         Lebih rimbun

·         Berdaun lebar, tebal, dan lebih pendek

·         Tinggi pohon 60 cm

·         Daun bagian tengah berukuran lebih lebar dan panjang, sedangkan daun di kedua sisinya berukuran kecil

Asal ·         Meksiko

·         Kolumbia

·         Amerika Tengah

·         Asia Tenggara

·         Pakistan

·         Afganistan

·         Wilayah Timur Tengah

·         Meksiko

·         Kolumbia

·         Amerika Tengah

·         Asia Tenggara

Kandungan THC lebih tinggi dibandingkan CBD CBD lebih tinggi dibandingkan THC CBD lebih tinggi dibandingkan THC

Mengenai kandungan yang terdapat dalam ketiga jenis ganja tersebut, ada beberapa penjelasan diantranya:

THC (Zat Psikoaktif) CBD (Bukan Zat Psikoaktif)
DAMPAK JANGKA PENDEK:

Bersemangat, tertawa, rasa lapar, mengurangi rasa sakit, badan terasa berat, pusing,  mata merah dan kering, meningkatkan detak jantung hingga tremor.

 

 

DAMPAK JANGKA PANJANG :

Pengurangan daya ingat, gejala mirip bronkhitis, kecanduan, apati, gangguan psikotik.

 

NILAI MEDIS :

Berpotensi mengobati kanker, dan anti inflamasi

KONDISI YANG BISA DIBANTU OLEH CBD :

Epilepsi, skinzofrenia dan gangguan psikotik, rasa gelisah

 

 

 

NILAI MEDIS :

Anti-inflamasi, antioksidan, neuroprotektan, antidepresan, analgesik, anti-psikotik, anti-tumoral agent, anxiolytic.

Setiap negara memiliki regulasi masing-masing terkait dengan legal tidaknya penggunaan ganja. Dengan mempertimbangkan berbagai dampak dan manfaatnya, adalah sudah menjadi kewenangan negara dalam menentukan regulasi tersebut. Sebagai seorang warga negara yang baik, tentu sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk patuh terhadap batasan serta peraturan-peraturan yang dibuat oleh negara.

Say No to Drugs, to Save Our Generation!!!

Sumber:

Undang-Undang  Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Novitasari, Yufienda. 2017. Mengenal Jenis-jenis Tanaman Ganja. Kumparan News

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *